Batalyon Ternak

Senin 24 Nov 2025 - 19:02 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Adriansyah

Di Wamena resimen ternak pastilah akan membuat ternak-ternak ayam yang akan membuat provinsi Papua Pegunungan tidak perlu lagi menerbangkan ayam dari Jawa. Resimen itu juga bisa  menyiapkan rakyat bagaimana agar bisa beternak babi secara komunal. Dua jenis ternak ini saja, kalau sukses, sudah akan bisa 'menaklukkan' semua hati rakyat Papua Pegunungan. Sekarang ini memang keterlaluan: harga babi sampai Rp 50 juta/ekor.

Jangan lupa, seperti diingatkan antropolog setempat, Theo Kossay, pendekatan antropologinya.

Resimen ikan rasanya perlu mengadopsi perikanan ikan mas Jawa Barat. Ikan mas suka air deras. Ikannya juga akan sangat gurih. Wamena kaya akan parit-parit berair deras. Udaranya juga sejuk seperti Tanah Priangan --Priangan masa nan lalu. Orang Wamena yang cerdas-cerdas itu  akan kian cerdas dengan budidaya ikan sesukses di Tanah Priangan.

Lalu resimen tani. Perlu mencari benih kangkung genjah dan enak. Orang Wamena begitu suka makan sayur kangkung. Sekalian, sisanya, untuk makanan babi.

Saya lihat juga banyak kol ditanam secara amatiran di pinggir-pinggir jalan di kampung-kampung. Tentu Wamena akan menjadi pusat holtikultura Papua masa depan. Harusnya kentang dan brokoli pun cocok di Wamena –ketinggian 1.500 meter.

Jangan-jangan dari 100 batalyon baru itu Papua Pegunungan sendiri saja perlu setidaknya lima BTP. 

Personel batalyon BTP ini bukan diambil dari tentara yang sudah ada. Personel batalyon BTP adalah tentara rekrutan baru –yang sejak rekrutmen sudah tahu akan masuk resimen yang mana. Dengan demikian tidak seperti yang dikhawatirkan: mana bisa tentara yang biasa perang kok disuruh bertani.

Kalau pun ada yang perlu dikhawatirkan adalah bagaimana kalau passion dan ideologi presiden berikutnya tidak lagi sama. (*)

Kategori :

Terkait

Kamis 22 Jan 2026 - 21:06 WIB

HWW

Rabu 21 Jan 2026 - 21:03 WIB

Pati Madiun

Selasa 20 Jan 2026 - 19:58 WIB

Point 100

Senin 19 Jan 2026 - 20:19 WIB

Rambo Batman

Minggu 18 Jan 2026 - 19:25 WIB

Omon Kenyataan

Terkini

Kamis 22 Jan 2026 - 22:07 WIB

400 Ton Setiap Hari

Kamis 22 Jan 2026 - 22:05 WIB

Warga Zona Merah Tetap Ditagih PBB

Kamis 22 Jan 2026 - 22:02 WIB

Fokus Intervensi Harga Cabai di Kerinci

Kamis 22 Jan 2026 - 21:59 WIB

Potensi Hujan Mulai Berkurang

Kamis 22 Jan 2026 - 21:58 WIB

Disdik Dorong Jalur Mediasi