Memanfaatkan e-Commerce Cross-Border

Sabtu 10 Jan 2026 - 15:48 WIB
Editor : Adriansyah

UMKM Go Global

Di era digital, batas geografis bukan lagi penghalang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar internasional.  Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar global melalui platform e-commerce cross-border, seperti Amazon, Alibaba, dan TikTok Shop.

-------------------------------

Dengan populasi digital yang terus berkembang dan tren belanja daring yang mendunia, teknologi menjadi pintu masuk bagi UMKM Indonesia untuk memperluas jangkauan, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkuat daya saing.

Hanya saja, perjalanan menuju pasar global tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Ada tantangan yang harus dihadapi, mulai dari urusan logistik, pembayaran internasional, hingga sertifikasi produk. Karena itu, mari kita bahas bersama peluang, hambatan, solusi, dan pandangan para ahli agar UMKM Indonesia bisa benar-benar sukses memanfaatkan e-commerce lintas negara.

Go Global

UMKM perlu go global karena pasar internasional menawarkan peluang yang jauh lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan permintaan domestik. Dengan menjual produk ke luar negeri, pelaku UMKM dapat menjangkau jutaan calon konsumen yang tertarik pada produk unik dari Indonesia. Hal ini membuka kesempatan untuk meningkatkan penjualan dan memperkuat posisi bisnis di tengah persaingan global.

Selain itu, ekspansi ke pasar internasional membantu UMKM melakukan diversifikasi risiko. Mengandalkan satu pasar membuat bisnis rentan terhadap fluktuasi ekonomi lokal, perubahan kebijakan, atau penurunan daya beli. Dengan merambah pasar global, UMKM dapat mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan dan menciptakan stabilitas usaha yang lebih baik.

BACA JUGA:UMKM Mawar Ulu Gedong Tingkatkan Kapasitas Pengolahan Limbah dan Inovasi Produk Melalui Program PKM

BACA JUGA:FIFGROUP Apresiasi Peran UMKM Perempuan Binaan

Produk lokal Indonesia juga memiliki nilai tambah yang tinggi di mata konsumen global. Kerajinan tangan, fesyen, dan makanan khas Indonesia menawarkan keunikan budaya yang sulit ditemukan di negara lain. Keunggulan ini menjadi daya tarik utama yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk bersaing di pasar internasional, bukan hanya melalui harga, tetapi juga melalui kualitas dan cerita di balik produk.

Salah satu tantangan terbesar bagi UMKM yang ingin go global adalah masalah logistik. Biaya pengiriman internasional yang tinggi dan waktu pengiriman yang lama sering menjadi kendala utama.

Meskipun demikian, jangan khawatir, kini banyak platform e-commerce menawarkan layanan fulfillment global. Dengan memanfaatkan jasa ekspedisi internasional, seperti DHL atau FedEx, serta layanan Amazon FBA yang memungkinkan produk disimpan di gudang luar negeri, UMKM bisa mempercepat pengiriman dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Selain logistik, pembayaran internasional juga sering bikin pusing. Banyak pelaku UMKM belum familiar dengan metode pembayaran global, sehingga transaksi lintas negara terasa rumit. Untungnya, platform e-commerce modern sudah menyediakan integrasi pembayaran internasional yang aman dan mudah digunakan. Solusi praktis bagi UMKM adalah mendaftar di layanan, seperti PayPal atau Stripe, atau memanfaatkan sistem escrow yang disediakan marketplace untuk menjamin keamanan transaksi.

Regulasi dan sertifikasi produk juga tak kalah penting. Setiap negara punya aturan impor berbeda, sehingga UMKM perlu memahami persyaratan agar produk mereka diterima di pasar tujuan. Sertifikasi justru bisa menjadi peluang karena meningkatkan kepercayaan konsumen. Caranya? Pelajari regulasi negara tujuan, gunakan jasa konsultan ekspor, dan pastikan produk memiliki sertifikasi internasional, seperti FDA untuk makanan atau CE untuk produk elektronik.

Kategori :