Terakhir, literasi digital masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku UMKM. Tidak semua pelaku usaha menguasai teknologi yang diperlukan untuk berjualan di platform global. Meski demikian, peluang untuk mengatasi masalah ini cukup besar karena pemerintah dan berbagai platform e-commerce menyediakan program pelatihan digital. UMKM dapat mengikuti program, seperti Google Gapura Digital atau Shopee UMKM Academy untuk meningkatkan kemampuan digital mereka dan memanfaatkan teknologi secara optimal.
Menurut Philip Kotler dalam bukunya Marketing 4.0, “Bisnis yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar global akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.” Hal ini sejalan dengan analisis McKinsey & Company yang menyebutkan bahwa digitalisasi dapat meningkatkan ekspor UMKM hingga 30 persen jika didukung oleh infrastruktur logistik dan pembayaran yang memadai.
Kementerian Koperasi dan UKM RI juga menekankan bahwa “UMKM yang go digital memiliki peluang tiga kali lipat lebih besar untuk bertahan dan berkembang di era globalisasi.” Artinya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Strategi Praktis
Langkah pertama yang harus dilakukan UMKM untuk go global adalah memilih produk yang tepat. Tidak semua produk cocok untuk pasar internasional, sehingga pelaku usaha perlu fokus pada produk yang memiliki keunikan, ringan, dan permintaan tinggi di luar negeri. Produk yang mudah dikirim dan memiliki nilai budaya biasanya lebih menarik bagi konsumen global.
Setelah menentukan produk, branding menjadi kunci utama. UMKM harus mampu menampilkan produk dengan cara yang profesional, menggunakan bahasa Inggris yang jelas, foto berkualitas tinggi, dan cerita yang menggambarkan nilai budaya di balik produk. Storytelling yang kuat dapat membedakan produk UMKM dari kompetitor dan menciptakan daya tarik emosional bagi konsumen.
Selain itu, UMKM harus menyiapkan sistem pembayaran global yang aman dan transparan. Metode pembayaran internasional, seperti PayPal atau Stripe perlu dipertimbangkan agar transaksi lintas negara berjalan lancar. Keamanan dan kejelasan biaya sangat penting untuk membangun kepercayaan konsumen.
Terakhir, pemenuhan sertifikasi dan regulasi tidak boleh diabaikan. Setiap negara memiliki aturan impor yang berbeda, sehingga UMKM perlu memastikan produk mereka memenuhi standar yang berlaku. Sertifikasi internasional, seperti FDA untuk makanan atau CE untuk produk elektronik akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan mempermudah proses ekspor.
Digitalisasi membuka peluang yang sangat besar bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar global. Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan, meningkatkan efisiensi, dan bersaing di pasar internasional. Transformasi digital memungkinkan UMKM untuk mengakses platform e-commerce, memanfaatkan sistem pembayaran global, serta mengoptimalkan strategi pemasaran agar lebih efektif dan terukur.
Meski tantangan, seperti logistik, regulasi, dan literasi digital masih ada, semua dapat diatasi dengan strategi yang tepat, dukungan regulasi, dan pemanfaatan teknologi yang tersedia. Jika UMKM mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang ini, Indonesia tidak hanya akan menjadi pemain lokal, tetapi juga mampu bersaing di panggung global sebagai negara dengan produk berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Jika UMKM mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang ini, Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai pemain lokal, tetapi juga sebagai negara dengan produk berkualitas dan berdaya saing tinggi di panggung global.
*) Dr Joko Rurianto adalah profesional di bidang telekomunikasi, aktif menulis jurnal pemasaran strategis dan literasi teknologi digital dalam praktik bisnis modern