Baca Koran Jambi Ekspres Online

Waspadai Tanda Depresi pada Anak dan Pentingnya Peran Orang Tua

Ilustrasi- Perawat mendampingi anak belajar dan bermain saat terapi kesehatan jiwa di sebuah RSJ. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ama) --

SAMARINDA, JAMBIEKSPRES.CO–Depresi tidak hanya menjadi masalah bagi orang dewasa, tetapi juga bisa menghantui anak-anak, yang mengancam perkembangan mereka. Dokter dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda, Citra Rahmadani, mengungkapkan bahwa penting bagi orang tua dan masyarakat untuk memahami faktor-faktor yang dapat memicu depresi pada anak.

Menurut Citra, penyebab depresi pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stres, pengaruh lingkungan, dan faktor genetik.

Stres yang dialami anak dapat berasal dari perasaan tidak mampu menghadapi beban kehidupan sehari-hari.

Lingkungan keluarga dan sosial anak pun memainkan peranan besar dalam kesejahteraan mental mereka.

Faktor keturunan atau riwayat masalah kesehatan mental dalam keluarga juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami depresi.

BACA JUGA:Depresi Jadi Gangguan Psikiatrik yang Muncul pada Anak dengan Kanker

BACA JUGA:Mencegah Lansia dari Depresi karena Kesepian dengan Komunikasi

"Anak-anak bisa saja merasa tertekan meski dari hal-hal yang terlihat sepele, seperti kesulitan dalam belajar atau masalah dalam berinteraksi dengan teman-teman. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak," ungkap Citra.

Peran orang tua dalam mendeteksi depresi sangat krusial. Citra menambahkan, orang tua harus menjaga komunikasi yang terbuka dengan anak dan tidak meremehkan keluhan mereka.

"Ketika anak mulai menunjukkan perubahan emosi atau perilaku yang berbeda, itu saatnya untuk berbicara dengan mereka dan memberikan dukungan penuh, bukan malah menganggap itu hal biasa," katanya.

Gejala depresi pada anak bisa beragam, seperti suasana hati yang sering berubah, kehilangan minat terhadap kegiatan yang biasanya disukai, serta gangguan tidur dan konsentrasi.

Jika perubahan-perubahan ini berlangsung lebih dari dua minggu, segera konsultasikan dengan ahli untuk penanganan lebih lanjut.

Citra juga mengingatkan bahwa depresi pada anak bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius jika tidak segera ditangani.

"Jika tidak diatasi dengan baik, depresi bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari anak, bahkan bisa memicu perilaku berbahaya," tambahnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan