TPA Talang Gulo Hampir Penuh
HAMPIR PENUH: Kondisi TPA Talang Gulo hampir mencapai kapasitas maksimal.--
Daya Tampung sudah 90 Persen
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, hampir mencapai kapasitas maksimal. Daya tampung TPA ini kini telah mencapai 90 persen, sementara produksi sampah di kota Jambi terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat.
Pada 2024, volume sampah yang masuk ke TPA Talang Gulo terus meningkat, memperburuk kondisi yang sudah mendekati kapasitas penuh.
Kepala UPTD Pengelola TPA Talang Gulo, Mulyono, menjelaskan bahwa volume sampah yang masuk ke TPA terus mengalami fluktuasi. Pada tahun 2022, jumlah sampah yang diterima setiap harinya tercatat sekitar 354 ton per hari. Jumlah ini sedikit menurun pada tahun 2023 menjadi 352 ton per hari. Namun, pada tahun 2024, volume sampah kembali meningkat menjadi 364 ton per hari.
“Produksi sampah ini terus bertambah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas masyarakat. Kami terus berupaya mencari solusi agar sampah tidak semakin menumpuk dan melebihi kapasitas yang ada,” kata Mulyono.
BACA JUGA:Drainase Tersumbat Sampah, Lokasi CFN Bungo Digenangi Banjir
BACA JUGA:Dewan Akan Panggil Dinas Lingkungan Hidup Terkait Persoalan Sampah dan TPS3R
Kenaikan volume sampah ini bukan hanya disebabkan oleh jumlah penduduk yang terus berkembang, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor musiman. Misalnya, pada musim buah, volume sampah organik meningkat signifikan. Saat ini, sekitar 50 persen dari total sampah yang masuk ke TPA Talang Gulo merupakan sampah organik, yang rencananya akan didaur ulang menjadi kompos.
Mulyono juga menambahkan bahwa kondisi zona 1 di TPA Talang Gulo semakin kritis. Dengan kapasitas yang hampir penuh, zona ini hanya dapat bertahan sekitar lima tahun lagi. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis harus segera diambil untuk mencegah terjadinya krisis sampah yang lebih besar di masa depan. Selain itu, diperlukan pembenahan dalam pengelolaan sampah yang lebih efisien agar tidak terjadi penumpukan sampah yang lebih parah.
Mulyono menyebutkan bahwa pembangunan zona penampungan baru di TPA Talang Gulo tetap menjadi salah satu solusi jangka panjang yang harus segera dilakukan.
Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, Walikota Jambi, Maulana, telah berkomitmen untuk mencari investor pada tahun 2025 yang dapat membantu mengolah sampah melalui metode yang lebih ramah lingkungan. Salah satu solusi yang tengah dikaji adalah penggunaan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF), yang dapat mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
"Melalui pengolahan sampah ini, kami berharap bisa mengelola hingga 1.000 ton sampah per hari. Dengan begitu, sampah yang ada, baik yang baru maupun yang lama, dapat dikelola dengan lebih baik, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah yang berlebihan," ujar Maulana.
Selain RDF, pengelolaan sampah melalui daur ulang akan menjadi salah satu fokus utama. Sampah organik yang mencapai 50 persen dari total sampah akan diproses menjadi kompos, yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian atau taman. Diharapkan dengan adanya pengelolaan yang lebih baik, sampah dapat dikurangi dan dimanfaatkan secara maksimal, sehingga beban pada TPA Talang Gulo dapat berkurang. (*)