Baca Koran Jambi Ekspres Online

Kualitas Udara Masih Aman, Kondisi Kemarau di Kota Jambi

Tujuh kabupaten di sumatera selatan masuk daftar waspada karhutla musim kemarau 2025, kemarau panjang 2025 tingkatkan risiko kebakaran hutan di wilayah gambut sumsel, wilayah ogan komering ilir dan musi banyuasin jadi perhatian utama karhutla, kemenhut be--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO – Di tengah musim kemarau yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kualitas udara di kota Jambi masih berada dalam kondisi yang relatif aman. 

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Stasiun Jambi Paal Lima, Jumat (25/7) pukul 10.00 WIB, angka ISPU tercatat di level 59 dengan parameter kritis PM2.5. Angka tersebut masuk dalam kategori sedang.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Yunius, menjelaskan bahwa kondisi udara masih tergolong sehat dan dapat diterima untuk aktivitas manusia, hewan, maupun tumbuhan.

“Konsentrasi partikulat PM2.5 saat ini tercatat sebesar 17 mikrogram per meter kubik, dan rata-rata selama 24 jam terakhir berada pada angka 23 mikrogram per meter kubik. Ini masih jauh di bawah ambang batas bahaya,” jelas Yunius, Jumat (25/7).

BACA JUGA:Karhutla di Gambut Jaya Masuki Hari ke-5, 264 Hektare Terbakar dan Dua Tersangka Diringkus

BACA JUGA:Kualitas Udara Muaro Jambi Masih Sangat Baik, DLH: Indeks Udara di Zona Hijau

Selain PM2.5, sejumlah parameter pencemar lainnya seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), dan ozon (O₃) juga terpantau dalam kategori baik hingga sedang. Cuaca pun terpantau cukup stabil dengan suhu mencapai 29,8°C dan tingkat kelembaban udara sebesar 80 persen.

Meski begitu, DLH tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Potensi memburuknya kualitas udara akibat karhutla masih mungkin terjadi dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika cuaca kering terus berlanjut.

“Kami akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap kualitas udara, terutama di titik-titik rawan. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tegas Yunius. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan