Baca Koran Jambi Ekspres Online

Api Masih Belum Padam, 2 Helikopter Siram Gambut Jaya dan Total Karhutla Provinsi Jambi 420 Ha

PADAMKAN API: Helikopter waterboombing bantuan BNPB mulai mengudara di langit Jambi. Heli ini diterbangkan ke Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi di lokasi Kebakatan Hutan dan Lahan (Karhutla), kemarin (27/8). FOTO:M RIDWAN/IST/JAMBIEKSP--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO-Operasi pemadaman via udara dari helikopter bantuan BNPB mulai dilakukan pada Minggu (27/7/2025). Sebanyak 2 helikopter waterboombing bantuan BNPB mulai mengudara di langit desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi di lokasi Kebakatan Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menyatakan BPBD Muaro Jambi meminta bantuan ke Provinsi karena satgas sarat mulai kelelahan dan titik api sulit dicapai ditengah hutan.

"Ini merupqkan hari ke-8 Karhutla di Desa Gambut Jaya. Meski kemarin kebetulan ada hujan tetapi BPBD pada Minggu minta bantuan lagi karena sudah kelalahan tim darat dan aksesnya juga agak sulit ke tengah, maka kita lakukan melalui operasi udara. 2 helikopter waterboombing yang ada kesana hari ini," kata Bachyuni.

Bachyuni menyebut dari laporan Kalak BPBD Muaro Jambi luasan terbakar di Gambut Jaya susah sekitar 270 hektare. 

BACA JUGA:Karhutla di Gambut Jaya Masuki Hari ke-5, 264 Hektare Terbakar dan Dua Tersangka Diringkus

BACA JUGA:Karhutla di Sungai Gelam Masih Belum Padam, KLH Siap Tindak Perusahaan

"Sementara jumlah Karhutla keseluruhannya di Provinsi Jambi sekitar 420 hektar. Ada di Muara Jambi, ada di Tanja Barat kemarin sekitar 60 hektare tapi sudah mulai padam,"sebut Bachyuni.

Dikatakan Bachyuni pihaknya akan mempercepat penanganan karhutla via udara. Total bantuan telah ada lima helikopter. Rinciannya, empat dari BNPB yakni dua waterbombing, dua patroli. Ditambah satu helikopter patroli bantuan dari Baharkam Mabes Pori. 

"Lama waktu heli patroli dan heli waterbombing BNPB di Jambi akan melihat kondisi. Kalau memang kondisi sudah mulai aman, mungkin akan ditarik kembali ke Jakarta. Tapi kalau berdasarkan status siaga darurat karhutla Jambi sampai 31 Oktober 2025," sebutnya.

Bahkan di samping itu ada juga bantuan lainnya dari BNPB, yakni satu pesawat Cassa untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Untuk helikopter OMC ini kata Bachyuni, setelah datang nantinya akan dilakukan verifikasi. Dan ditargetkan bisa melakukan OMC pada hari Selasa mendatang.

"OMC akan dilakaukan di daerah yang rawan karhutla kita prioritaskan, tapi prioritas pertamanya tetap Muara Jambi sama Tanjab Timur dan Tanjab Barat. Untuk garam OMC ini nantinya juga ada penambahan dari swasta sebagai bentuk dukungan percepatan hujan agar karhutla padam," sebut Bachyuni.

Adapun Gubernur Jambi Al Haris yang juga merupakan Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi ini menyatakan, tim satgas selalu siaga namun sumber api belum ditemukan.

"Saya minta dengan seluruh tim dari mulai BPBD kemudian TNI/Polri, Tagana, Manggala Agni, masyarakat peduli api semua yang terlibat tetap siaga terus melihat di mana potensi-potensi kebakaran dan api ini," kata Haris.

Ditambahkan Haris, saat ini memang telah terasa betul berada dalam kondisi panas. Maka penting dipertahankan sumber-sumber air.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan