Galakkan Program Genting
Ilustrasi : Penyerahan Bantuan Genting untuk Bumil dan Balita--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO – Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (Genting) terus digalakkan di Provinsi Jambi sebagai langkah strategis menekan angka stunting.
Program ini dinilai efektif menggerakkan partisipasi masyarakat secara luas dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Putut Riyatno, mengatakan hampir seluruh kabupaten dan kota di Jambi kini terlibat aktif dalam pelaksanaan Program Genting, bahkan hingga ke tingkat kecamatan.
“Partisipasi masyarakat sangat baik. Hampir semua daerah telah ikut ambil bagian membantu pemerintah dalam penanganan stunting,” ujar Putut.
BACA JUGA:Tebo Luncurkan Gerakan S-Empat Genting untuk Percepat Penurunan Stunting
BACA JUGA:Pemkab Tanjabtim Perkuat Intervensi Stunting melalui Pelayanan Medis Spesialis
Menurutnya, sejumlah daerah juga menghadirkan inovasi berbasis kearifan lokal untuk mendukung keberhasilan program tersebut.
Di Kota Sungai Penuh, misalnya, dikenal program 3S, yakni segenggam beras, sebutir telur, dan seribu rupiah.
Sementara di Kabupaten Sarolangun terdapat program Serut 17, berupa sedekah rutin setiap tanggal 17, dan di Kabupaten Muaro Jambi hadir program Muaro Jambi Berbakti.
“Bantuan yang dihimpun dari berbagai program ini disalurkan langsung kepada keluarga berisiko stunting, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari stunting di masa mendatang,” jelasnya.
Putut menambahkan, kontribusi pemenuhan gizi tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari individu, lembaga, hingga perusahaan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga mendorong seluruh pejabat eselon II dan III untuk ikut berkontribusi melalui pemberian bantuan berupa beras, telur, dan uang tunai dengan nominal Rp150 ribu per orang setiap bulan.
“Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, kami optimistis angka prevalensi stunting di Provinsi Jambi dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan anak semakin meningkat,” pungkas Putut. (*)