Guinness Patrick
Oleh : Dahlan Iskan--
JAMBIEKSPRES.CO - Selain Bahlil ada lagi orang hebat dari Fakfak: Patrick Winata –tidak ada hubungannya dengan konglomerat Tomy Winata. Patrick marga Huang. Tomy marga Guo.
Bahlil hebat karena bisa menjabat ketua umum Golkar dalam proses yang mencapai rekor tercepat di dunia.
Patrick hebat karena ini: menandai acara ulang tahun ke 40-nya dengan capaian gelar pemegang Guinness World Records.
Ketika ganti presiden –dari Jokowi ke Prabowo– Bahlil tetap jadi menteri ESDM. Patrick tetap di usaha lamanya: klinik kesehatan. Di Senayan, Jakarta.
BACA JUGA: Asikin Berpeluang Calon Tunggal pada Musda Golkar Muaro Jambi Digelar
BACA JUGA:Sekjen Golkar Ragukan Efektivitas E-Voting Tekan Politik Uang di Pilkada
Dua tokoh ini sangat bangga menyebut diri masing-masing sebagai ''Putra Fakfak", Papua.
Di hari ulang tahunnya itu Patrick bikin acara khusus: Proyek 24. Yakni bertinju di atas ring selama 24 jam.
Patrick berhasil mencapai puncak rekor lewat tinju. Bahlil mencapainya lewat silat –persilatan politik.
Patrick memang suka tinju sejak masih SD dan SMP –di Fakfak. Gara-garanya sederhana: sering jadi korban bullying. Kakeknya, kelahiran Fujian, bekerja sebagai nelayan di Fakfak.
Waktu kecil Patrick sering diancam-ancam. Ditantang berkelahi. Patrick jadi penakut. Takut kematian akan menimpa dirinya.
Di kelas akhir SMP itulah Patrick minta izin ke orang tuanya: ingin jadi pastor. Ia pun ingin masuk seminari menengah.
Orang tuanya bijak: tidak menentang keinginan sang anak. Toh empat anaknya laki-laki semua. Salah satu jadi pastor masih ada tiga.
Hanya saja sang ayah minta: masuk seminarinya setelah tamat SMA.