Baca Koran Jambi Ekspres Online

Mendikdasmen Ajak Semua Pihak Perkuat 8 Karakter Peserta Didik Melalui Kebiasaan Sehari-hari

Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (tengah) dan Kepala Pusdatin Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha (kanan) saat meninjau tampilan antaramuka aplikasi Rumah Pendidikan di Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen.--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya membangun delapan karakter utama yang harus dimiliki oleh peserta didik Indonesia.

Delapan karakter tersebut meliputi nilai religius, moralitas, kesehatan, kecerdasan, kreativitas, disiplin, kemandirian, dan sikap bermanfaat bagi orang lain.
Dalam keterangan yang diterima ANTARA pada hari Selasa, Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pencapaian karakter-karakter tersebut tidak bisa terjadi secara instan, melainkan perlu pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.

"Penguatan karakter melalui pembiasaan ini harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik di sekolah dan lingkungan mereka," ujar Mendikdasmen.
Untuk mendukung penguatan karakter ini, Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah telah menyusun acuan yang dapat dijadikan panduan bagi seluruh pihak terkait, mulai dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, hingga orang tua.

BACA JUGA: Mendikdasmen Dukung Program Ruang Bersama Indonesia untuk Penguatan Karakter Bangsa

BACA JUGA: Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Diluncurkan untuk Membentuk Karakter Positif Anak

Salah satu acuan utama adalah Surat Edaran Bersama antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama, yang bertujuan untuk mengarahkan upaya penguatan pendidikan karakter di semua satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
"Melalui surat edaran ini, kita mengajak pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk kembali menekankan pentingnya karakter dalam pendidikan, dengan memastikan bahwa pembiasaan dilakukan secara rutin di sekolah," jelas Abdul Mu'ti.
Dia menambahkan, penguatan karakter tidak hanya dilakukan di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga, masyarakat, dan media.

Salah satu upaya konkrit yang diusung adalah Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mendorong anak-anak untuk menjalani kebiasaan sehat dan positif, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, rajin belajar, berinteraksi dengan masyarakat, dan tidur cukup.
Abdul Mu'ti menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta peran aktif dari semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penguatan karakter peserta didik. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan