Kini, di Kampung Pulo itu hanya terdapat 20 warga terdiri atas 10 perempuan dan 10 laki-laki. Warga adat yang paling muda berusia 6 tahun, sedangkan paling tua sekitar 103 tahun, yakni Mak Aah istri dari kuncen kampung adat sebelumnya.
Mereka yang tinggal di sana merupakan keturunannya langsung Arief Muhammad yang mengamanatkan untuk tetap menjaga sistem sosial dengan mempertahankan satu rumah satu keluarga. Apabila ada yang menikah atau berkeluarga dalam satu rumah itu maka diminta untuk mandiri tinggal di luar kampung.
Aturan yang diterapkan kampung adat itu sebagai upaya mempertahankan tanah adat dengan jumlah bangunan yang tidak berubah serta kondisi lingkungan keluarga yang tenteram.
"Kalau yang tinggal di sini ada 20 orang, tapi keturunannya itu banyak, tersebar di mana-mana. Mereka tinggal di luar kampung, bisa jadi satu desa di sini itu kebanyakan keturunan beliau," kata Zaki yang juga keturunan dari Embah Dalem Arief Muhammad.
Harapan Warga Adat
Keharmonisan masyarakat adat itu selama ini terus dijaga dengan baik, termasuk dalam momentum pesta demokrasi saat ini. Mereka tidak menunjukkan keberpihakkannya secara terbuka dalam politik.
Meski begitu, mereka pada dasarnya memiliki pilihan, dan harapan terhadap pemimpin nanti. Buktinya setiap pelaksanaan pencoblosan mereka antusias datang ke tempat pemungutan suara di luar kampung itu.
Masyarakat adat selama ini juga tidak ada tekanan dari pihak mana pun untuk memilih atau mendukung salah satu pasangan calon atau mendukung partai tertentu. Semua berjalan normal, bebas, tidak ada pihak yang menekan warga adat, tidak ada yang digiring berpolitik ke salah satu paslon.
Meski begitu, masyarakat adat Kampung Pulo memiliki harapan terhadap pemimpin baru nanti. Harapan mereka tidak muluk-muluk, yakni ingin adanya perhatian terhadap pelestarian budaya, khususnya dalam menjaga kampung adat.
Harapan kepada pemimpin itu agar selalu mendukung setiap agenda kegiatan yang diselenggarakan setiap bulan maupun tahunan oleh warga Kampung Pulo. Karena, semua kegiatan itu membutuhkan biaya.
Kegiatan tradisi yang diselenggarakan warga adat itu memiliki tujuan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat karena saling berbagi makanan, santunan kepada anak yatim, khitanan, kemudian menampilkan berbagai kesenian yang tujuannya tidak hanya menjaga kelestarian adat, tapi juga berefek pada memajukan pariwisata.
Masyarakat adat Kampung Pulo dalam pesta demokrasi tahun ini mendoakan, siapa pun mereka yang memimpin Kabupaten Garut maupun Provinsi Jawa Barat mudah-mudahan amanah, mencintai rakyatnya.
Warga kampung adat tersebut sama seperti masyarakat umumnya, mengharapkan pemimpin yang amanah, cukup sandang, papan, dan pangan, termasuk hak pendidikan.
Sosialisasikan Pilkada
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut dalam hal agenda kegiatan menyukseskan Pilkada 2024 terus bergerak mensosialisasikan pilkada kepada semua kalangan, seperti disabilitas, perempuan, tidak terkecuali menyisir kalangan masyarakat adat.
Gencarnya sosialisasi itu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar datang ke TPS memberikan hak suaranya pada pemilihan bupati-wakil bupati, dan pemilihan gubernur-wakil gubernur pada 27 November 2024.