Aura juga menjalani pelatihan Diklat SOP Train Attendant Sistem Grade of Automation (GoA) 3 Divisi LRT Jabodebek.
Berbagai proses tersebut ia lalui dengan penuh kesungguhan dan dedikasi, hingga berhasil mengantongi sertifikasi Awak Sarana Perkeretaapian Otomatis (2023—2027) setelah dinyatakan lulus uji sertifikasi.
“Setelah dinyatakan lulus, saya resmi diangkat menjadi masinis muda,” ucap dia.
Berbagai pelatihan tersebut juga membekali Aura dengan keahlian untuk mengoperasikan LRT Jabodebek berbasis sistem otomatis dan manual, keselamatan operasional dan penanganan situasi darurat, serta memahami standar pelayanan transportasi publik.
Jerih payahnya dalam meraih mimpi pun terbayarkan. Aura menerima berbagai fasilitas yang diberikan oleh KAI, meliputi gaji, tunjangan kesehatan, asuransi, dan program kesejahteraan lainnya.
Aura merasa seluruh fasilitas yang ia terima merupakan bentuk penghargaan atas tanggung jawab besar yang diemban oleh para masinis. Ia termotivasi untuk bekerja dengan maksimal dan fokus pada tanggung jawabnya sebagai seorang masinis.
Kini, Aura bertugas sebagai masinis kereta listrik LRT Jabodebek yang menggunakan teknologi otomatis (driverless). Meski kereta ini berbasis otomatis, peran masinis tetap penting dalam memantau dan memastikan kelancaran perjalanan serta keamanan penumpang.
Transformasi Transportasi Publik
Walaupun menjadi masinis tak lagi sebatas bunga tidur bagi Aura, ia tetap tak letih mengasah ilmu dan terus belajar. Aura tak kehabisan batu lompatan setelah berhasil mewujudkan cita-citanya.
Merujuk kembali kepada bagaimana Aura memaknai profesi masinis sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat, Srikandi kelahiran 1998 ini mengarahkan anak panahnya pada target yang baru.
Ia membidik pengembangan pemanfaatan teknologi dalam transformasi transportasi publik, khususnya perkeretaapian, untuk menjadi langkah lanjutannya.
Harapan yang kini menjadi kompas dalam perjalanan kariernya adalah meningkatkan keahlian dalam pengoperasian kereta berbasis teknologi canggih. Ia berkomitmen untuk mendalami sistem kereta otomatis (driverless) guna mendukung peningkatan efisiensi dan keamanan di dunia perkeretaapian.
Dengan demikian, Aura berharap bisa berkontribusi secara langsung dalam pengembangan moda transportasi serupa di masa depan.
Tak hanya itu, ia juga ingin menyebarluaskan pengalaman dan pengetahuannya kepada generasi muda, terutama perempuan, agar semakin banyak yang tertarik untuk berkarier di bidang transportasi publik, khususnya perkeretaapian.
Aura berpesan kepada para perempuan agar tidak takut bermimpi besar, meski apa yang diimpikan dianggap tidak umum bagi perempuan.
Ia sendiri membuktikan ucapan tersebut melalui keberhasilannya dalam meraih mimpi untuk menjadi seorang masinis. Menurut dia, capaiannya menjadi bukti bahwa perempuan juga bisa berperan besar, khususnya dalam bidang kemajuan dunia transportasi.