Selanjutnya, ikan, udang dan kepiting, diambil khusus dari sungai di dalam kawasan adat. Tidak sembarang orang boleh menangkap ikan di kawasan hutan adat kecuali saat acara adat atas perintah Ammatoa.
Di akhir ritual dilanjutkan makan-makan yang dimaknai agar senantiasa diberikan kemakmuran tidak terjadi paceklik apalagi bencana kelaparan.
Proses andingingi biasanya dilaksanakan satu kali dalam setahun. Pelaksanaan secara besar sekali dalam 10 tahun. Bahkan pelaksanaan secara akbar hanya satu kali dalam kurun waktu 100 tahun.
"Tempatnya bisa dalam kawasan adat, bisa di pinggir kawasan, tergantung petunjuk pemangku adat, Ammatoa," kata Puang Kahar.
Selain itu, biasanya sebelum pelaksanaan andingingi, malam harinya terjadi hujan seusai prosesi palenteng are. Terbukti, sejak dini hari tadi hujan turun sangat deras membasahi bumi. Ini menandakan adanya restu dari Tuhan Yang Maha Kuasa, ujarnya.
"Alam memang yang merespon, sudah lama di sini tidak hujan, baru tadi malam hujan deras sekali. Karena besoknya kita laksanakan andingingi." (ant)